KRITIK TERHADAP
KONDISI PENDIDIKAN TANAH AIR
Sebuah kritik
menggelitik terhadap kondisi pendidikan di tanah air dilontarkan pakar dan
praktisi pendidikan, Dr. Arief Rahman. Menurutnya, para pelaksana pendidikan di
Indonesia “malas” untuk mengukur hal-hal yang lebih bersifat global. Selama
ini, standar kesuksesan pelajar atau peserta didik hanya berdasarkan kecerdasan
inteltual, bukan terhadap aspek-aspek lain yang sebenarnya sangat (dan lebih)
dibutuhkan. Misalnya aspek moral dan budi pekerti.
Pada tataran
konsep, menurut penilaian arief, sistem dan tujuan pendidikan Indonesia
sebenarnya sudah sempurna. Hanya saja, pelaksanaan di tingkat bawah cenderung
tidak konsisten. Parahnya lagi, kebijakan-kebijakan yang kemudian muncul malah
menimbulkan situasi-situasi yang menyesatkan dunia pendidikan itu sendiri. Salah
satunya adalah maraknya kemunculan sekolah-sekolah unggulan yang lebih
mengedepankan prestasi akademi dan “mendewakan” aspek kecerdasan otak. Apakah memang sedemikian parah kondisi dunia pendidikan kita?
Bukan hanya itu
persoalannya. Oleh karena pendidikan
kita lebih “mendewakan” kecerdasan otak tanpa diimbangi bekal nurani, moralitas
dan budipekerti, maka muncul kemudian adalah para “koruptor cerdas”, yang demi
menggapai suatu tujuan, menghalalkan segala cara.
Itu terjadi hampir di semua lini, baik di lembaga pemerintahan maupun institusi
bisnis. Akumulasi dari semua itu adalah kondisi kehidupan masyarakat dan bangsa
yang kian parah, sakit, dan perlu segera mendapat pertolongan darurat.
11.27
SENI RUPA YUYUS ALI SMA 5 GARUT


0 komentar:
Posting Komentar